Nasihat Penting

Seseorang pernah mengajariku untuk menerima suatu suratan dengan bijaksana. Mengenai apa yang sekarang sedang kamu jalani sebagai hal yang sudah seharusnya terjadi. Namun, bukan untuk sebuah kepasrahan. Melainkan lebih kepada rasa syukur, bahwa saat kita mulai menghargai maka kita akan mendapat begitu banyak nikmat bahagia yang mungkin saja tidak akan kita temui jika kita terus mengeluhkannya. Aku terima dengan baik semua penjelasan email dua halaman itu.

Bagaimana kita bisa mengukur sejauh mana kita bisa menghargai orang lain jika menghargai diri sendiri saja terkadang lupa. Masih seperti mengeja poin mana yang memang pantas untuk disematkan sebuah apresiasi. Sama seperti halnya orang yang putus asa, beranggapan negatif pada diri sendiri juga pada orang lain. Aku sangat berterima kasih saat email itu tiba-tiba sungguh datang. Menjawab dengan singkat, padat, dan jelas mengenai segala bentuk keraguanku, tentang apa yang telah ku perjuangkan. Aku pantas untuk tidak lagi memaki suratan. Bahwa Tuhan pun sudah benar-benar memberikan porsi teradilnya pada kita.

Credit to my old friendThank for letting me tell and giving me little advices.

0 komentar:

Post a Comment