Aku tidak sedang membicarakan dia atau mereka, atau justru kamu ataupun kalian. Ini semua tentang aku. Aku dan satu mimpi kecilku. Sebuah keinginan sederhana yang ku kemas menjadi satu dengan mimpiku menimba ilmu di kampus perjuangan ini. Kampus yang letaknya lebih dari 542 km, menempuh perjalanan 9 jam 45 menit dari rumahku.
Betapa satu impian kecil itu pun turut serta pula dalam list harapan besarku. Konyol mungkin kedengarannya jika mengingat usiaku kala itu sudah tak lagi kecil. Aku terbiasa mendaftar semua inginku dalam angan agar tak satu pun terlewat. Pun untuk satu mimpi kecil ini.
Satu mimpi berjudul "Ingin Bertemu Taufik Hidayat". Silakan tertawa, itu mungkin memang terdengar kampungan, konyol, tak berkelas atau bahkan justru muluk di mata kalian. Tapi, hey aku juga pernah menjadi seorang penggemar sama seperti kalian yang mungkin juga mempunyai idola. Misal saja boyband-boyband asal Negeri Ginseng yang ramai kalian elu-elukan itu. Aku tak terbiasa menggemari seorang tokoh yang bukan pahlawan. Tapi, pada kenyataannya aku pun punya jiwa remaja kala itu sama seperti kalian. Wajar jika ada sosok yang menarik perhatianku meskipun itu jauh berbeda selera dibanding remaja-remaja seusiaku. Biarkan saja. Well, itu adalah salah satu jawaban pertanyaan mengapa aku ingin sekali kuliah di Jakarta. Sederhana saja, Istora Senayan dan Pelatnas Cipayung lebih terjangkau jaraknya jika aku berada di Jakarta. Sederhana.


